Obat Alami · 06/06/2021 0

Cara Mengobati Rahang Tidak Bisa Terbuka Lebar Sesuai Penyebabnya

Rahang yang kaku bisa terjadi karena berbagai hal. Oleh karena itu, cara mengobati rahang tidak bisa terbuka lebar akan berbeda tergantung dari faktor penyebabnya.

cara mengobati rahang tidak bisa terbuka lebar
Sumber: pexels.com

Hampir setiap orang pernah mengalami ketegangan dan kekakuan di sekitar leher. Kondisi ini mengakibatkan rahang tidak bisa terbuka lebar.

Saat rahang mengalami kekakuan, pasti menimbulkan rasa yang tidak nyaman.

Terkadang, kondisi ini menyebabkan rasa sakit yang beragam mulai dari pegal, leher berdenyut, hingga nyeri ketika menguap maupun mengunyah.

Banyak faktor penyebab yang bisa membuat rahang tidak bisa terbuka lebar. Mulai dari stress, gangguan gigi, masalah persendian sampai tetanus.

Untuk penyebab yang lebih serius seperti gangguan sendi, tetanus atau masalah lainnya. Ada baiknya kamu segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Sebagai sumber pengetahuan, kamu bisa pelajari cara mengobati rahang tidak bisa terbuka lebar sesuai dengan penyebabnya berikut ini.

Cara Mengobati Rahang Tidak Bisa Terbuka Lebar Berdasarkan Penyebabnya

1. Mengatasi Rahang Kaku Karena Stress

Hati-hati, stress bisa mempengaruhi sendi dan otot sekitar rahang menjadi tegang.

Bagi kamu yang mengalami rahang kaku akibat stress, dapat melakukan hal-hal berikut untuk mengurangi stress sekaligus rasa sakit pada rahang kamu.

  • Meditasi. Cara ini bisa membantu pikiran menjadi lebih tenang.
  • Beristirahat. Selain meditasi, cobalah beristirahat. Jika perlu, ambil beberapa hari untuk cuti sementara waktu.
  • Rutin olahraga. Dengan rutin berolahraga dan mengubah pola makan lebih sehat, dapat membantu tubuh lebih rileks.
  • Membicarakan masalah. Jika stress, cobalah untuk membicarakan masalah dengan keluarga atau sahabat. Siapa tahu, mereka mampu membantu menyelesaikan masalah kamu.
  • Menulis. Terakhir, kamu bisa menulis apapun yang sedang dirasakan untuk mengelola stress.

Meskipun cara-cara di atas tidak berkaitan langsung dengan rahang kaku.

Namun, pengelolaan stress yang baik dapat mengurangi ketegangan pada sendi maupun otot di leher.

2. Cara Mengobati Rahang Tidak Bisa Terbuka Lebar Karena Gangguan TMJ (Sendi Rahang)

Temporomandibular joint atau kerap disebut sebagai TMJ merupakan sendi rahang yang berfungsi untuk membuka maupun menutup mulut.

Sendi ini bekerjasama dengan otot ligamen supaya mulut bisa berbicara, menelan, dan mengunyah.

Ketika TMJ mengalami masalah, maka akan menimbulkan rasa sakit di bagian telinga, rahang, dan wajah.

Penderita pun akan merasa kesakitan saat menggerakkan bagian tubuh tersebut dan menimbulkan suara ‘klik’.

Lalu, bagaimana cara mengobati rahang tidak bisa terbuka lebar karena gangguan TMJ? 

Sebenarnya, gangguan ini bersifat sementara dan bisa sembuh dengan perawatan rumahan saja.

Namun, jika rahang kaku mengganggu aktivitas kamu, sebaiknya dapatkan salah satu pengobatan berikut ini.

  • Obat penghilang rasa nyeri
  • Antidepresan trisiklik
  • Relaksan otot

3. Mengatasi Rahang Tidak Bisa Terbuka Lebar Karena Gangguan Gigi Gemeretak (Bruxism)

Gigi gemeretak atau kerap disebut bruxism ini merupakan salah satu kondisi yang timbul akibat stress.

Selain itu, posisi gigi atas dan gigi bawah yang tidak normal juga bisa menyebabkan kondisi ini.

Seseorang bisa mengalami bruxism tanpa sadar, entah ketika tidur maupun berjalan. Akibatnya, muncul beberapa gejala, seperti:

  • Rahang kaku dan tegang
  • Telinga, kepala, dan leher sakit, serta
  • Rahang terkunci sehingga sulit membuka maupun menutup mulut dengan sempurna

Nah, bagi kamu yang mengalami rahang kaku akibat gigi gemeretak, berikut ini beberapa cara mengatasinya.

  • Menggunakan pelindung gigi. Pelindung gigi berfungsi untuk menjaga gigi dari kerusakan karena terus menerus menggemeretak. Biasanya, benda ini terbuat dari akrilik keras maupun lunak yang sesuai ukuran gigi atas dan bawah.
  • Mengurangi konsumsi permen karet. Kebiasaan mengunyah permen karet menimbulkan gigi menggemeretak.
  • Konsumsi obat relaksan otot. Alternatif terakhir, konsumsilah obat relaksan otot untuk mengurangi otot bagian rahang yang menegang.

4. Cara Mengatasi Rahang Kaku Akibat Tetanus

Tetanus juga menjadi salah satu penyebab rahang kaku. Kondisi ini terjadi ketika tubuh terinfeksi bakteri Clostridium tetani yang juga sekaligus penyebab kontraksi otot pada rahang maupun leher.

Biasanya, tetanus terjadi karena tidak membersihkan luka dengan benar.

Oleh karena itu, ketika mengalami luka terbuka, segera bersihkan dengan benar.

Jika sudah terlanjur, berikut ini cara mengobati rahang tidak bisa terbuka lebar akibat tetanus.

Mencuci luka dengan sabun dan air, jika perlu gunakan antiseptik.

Apabila tidak kunjung sembuh, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan perawatan.

Alternatif Lain Untuk Mengobati Rahang Tidak Bisa Terbuka Lebar

Selain cara di atas, kamu juga bisa menerapkan langkah berikut untuk mengatasi rahang kaku.

1. Berlatih Senyum

Melakukan peregangan mulut dengan tersenyum dapat mengurangi stress pada otot wajah, leher, termasuk rahang atas dan bawah.

Silahkan berlatih senyum yang tidak menyebabkan rasa sakit di wajah.

Secara bersamaan, buka rahang selebar 5 cm, tarik nafas melalui mulut,  dan buang sambil tersenyum.

Ulangi sampai 10 kali.

2. Konsumsi Makanan yang Lembut

Saat rahang kaku, pasti kamu akan kesulitan untuk mengunyah.

Untuk itu, konsumsilah makanan yang lembut untuk memudahkan proses mengunyah, seperti bubur, jus, tahu, dan lain-lain.

3. Latihan Membuka Rahang

Cara yang terpenting, lakukan gerakan membuka dan menutup mulut sebagai bentuk pemanasan.

Meskipun rahang kaku, jangan sampai kamu malas membuka rahang.

Letakkan jari-jari kamu di bagian bawah bagian depan, tarik rahang pelan-pelan sampai merasa tidak nyaman. Tahan posisi selama 30 detik, lepaskan jari-jari, dan ulangi sampai tiga kali.

Ada banyak sekali bukan cara mengobati rahang tidak bisa terbuka lebar?

Akan tetapi, jika kamu merasa kondisi rahang sudah mempengaruhi kesehatan secara keseluruhan, silahkan kunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.