Obat Alami · 03/06/2021 0

Cara Mengobati Benjolan Bekas Imunisasi pada Anak

Cara mengobati benjolan bekas imunisasi pada kulit si kecil memang banyak yang mencari tau. Terutama oleh ibu yang baru memiliki anak pertama.

Namun, sebelum mengetahui caranya, ada baiknya kita coba cermati dulu seberapa jauh situasi tersebut berdampak pada kondisi anak.

cara mengobati benjolan bekas imunisasi
Sumber: pexels.com

Terkadang benjolan bekas imunisasi mungkin terasa cukup meresahkan. Karena khawatir terjadi sesuatu pada anak.

Secara umum, imunisasi tidak akan mendatangkan efek samping yang berbahaya bagi penerimanya.

Rasa sakit yang ditimbulkan saat proses penyuntikan juga ringan dan reda sendirinya.

Apabila kamu menemukan benjolan pada kulit bekas imunisasi si kecil, maka menjadi pertanda bahwa tubuh mulai membentuk kekebalan terhadap penyakit.

Namun, tenang saja karena peradangan tersebut hanya muncul beberapa jam dan akan reda dengan sendirinya. Biasanya dalam kurun waktu 1 minggu.

Kondisi bekas imunisasi yang membengkak ini termasuk dalam KIPI atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi.

Hal ini normal terjadi usai imunisasi.

Sementara, kondisi serius yang patut ibu waspadai usai imunisasi ketika anak mengalami reaksi alergi anafilaktik.

Kenali dengan baik kondisi ini dan segera hubungi dokter.

Munculnya benjolan atau pembengkakan bekas imunisasi tidak terjadi pada semua pemberian vaksin.

Beberapa jenis vaksin yang bisa menimbulkan kulit bengkak dan kemerahan yaitu vaksin BCG (Bacillus Calmette Guerin), Hepatitis B, DPT (Difteri, Pertusis, dan Tetanus) , cacar air (varicella), influenza, dan measles/mumps/rubella (MMR).

Setiap jenis vaksin di atas diberikan pada waktu dan tujuan berbeda.

Begitu juga dengan efek sampingnya yang kebanyakan menimbulkan benjolan, peradangan atau pembengkakan.

Meski tidak tergolong berbahaya, namun ibu bisa melakukan beberapa cara untuk mengobati benjolan bekas imunisasi si kecil.

Misalnya dengan beberapa cara berikut ini.

Cara Mengobati Benjolan Bekas Imunisasi DPT atau BCG

Sekali lagi coba kita ingatkan. Bahwa munculnya benjolan bekas imunisasi baik bcg atau dpt itu normal adanya.

Selama peradangan atau pembengkakannya tidak terlihat parah, maka Ibu tidak perlu khawatir berlebihan.

Bahkan beberapa orang mengalami bekas benjolan ini tetap ada dan terlihat sampai dewasa.

Akan tetapi, Ibu bisa mencoba beberapa cara berikut ini, baik untuk mengobati ataupun sekedar mengurangi rasa sakit akibat suntikan.

1. Kompres dengan Air Dingin

Cara mengobati benjolan bekas imunisasi pertama dengan mengompresi dingin di area kulit anak yang bengkak dan merah selama kurang 10-20 menit.

Terlebih dulu, rendamlah kain dalam wadah berisi air dingin, lalu peras sampai tidak ada air yang menetes.

Atau, bungkus kompres dingin dengan kain atau handuk biar tidak menyentuh kulit secara langsung.

Tujuan melakukan kompresi dingin supaya mengurangi nyeri dan ketidaknyamanan akibat terjadinya pembengkakan.

2. Hindari Pakaian yang Panas dan Selimut

Cara mengobati benjolan bekas imunisasi selanjutnya dengan tidak mengenakan selimut atau pakaian panas pada si kecil.

Sebab, selimut dan pakaian panas hanya akan memperparah kondisi bengkak pada kulit anak.

Selain itu, kondisi ini juga memungkinkan untuk membuat suhu tubuh anak semakin naik.

Dan anak akan merasa lebih tidak nyaman lagi. Yang pada akhirnya dia akan semakin rewel.

Pakaikanlah pakaian yang longgar dengan bahan yang nyaman dan menyerap keringat.

Hal ini memang tidak secara langsung dapat mengobati benjolan bekas imunisasi.

Tapi paling tidak bisa membuat anak lebih tenang dan nyaman.

3. Berikan Lebih Banyak Cairan

Jika tubuh anak mengalami pembengkakan disertai demam pada bekas imunisasi, sebaiknya berikan lebih banyak air putih atau ASI.

Tujuannya untuk membantu meningkatkan energi tubuh dan mempercepat pemulihan anak.

Selain itu, dengan banyaknya cairan yang masuk akan membuat kondisi tubuh anak menjadi lebih segar.

4. Alihkan Perhatian Anak

Rasa nyeri pada bekas imunisasi justru akan terasa semakin sakit apabila selalu diingat anak.

Oleh karena itu, cobalah untuk mengalihkan perhatian anak dengan memberikannya mainan baru.

Ketika fokus anak teralihkan, maka rasa sakit yang dialaminya perlahan akan mulai teralihkan.

Banyak cara yang bisa Ibu lakukan untuk mengalihkan perhatian anak.

Tentunya selain memberikan mainan baru, cara lain yang bisa Ibu coba adalah dengan mengajaknya jalan – jalan.

Melihat suasana baru yang bisa membuat anak merasa senang. Misalnya pergi ke tempat permainan atau timezone.

5. Mengusap Tubuh si Kecil

Cobalah untuk meluangkan sedikit waktu pada si kecil yang usai imunisasi dengan mengusap tubuhnya dengan lembut.

Cara ini bisa membantu menenangkan anak terasa kesakitan pada kulit yang bengkak.

Sedikit demi sedikit, rasa tenang tersebut akan membuat rasa sakit semakin mereda.

Ingat, hindari untuk menggosok bekas imunisasi yang bengkak karena menimbulkan kesakitan.

Cara ini dengan mengusap tubuh anak supaya merasa lebih tenang dan nyaman dan bukan mengusap bekas suntikan imunisasi.

6. Memberikan Paracetamol

Alternatif cara lain mengobati benjolan bekas imunisasi pada anak dengan memberikan obat paracetamol.

Obat ini akan membantu meredakan rasa sakit akibat pembengkakan.

Tapi tentunya cara ini harus sesuai dengan saran dari dokter.

8. Konsultasi dengan Dokter

Apabila kondisi anak tidak berangsur membaik dan ibu sangat khawatir, sebaiknya bawa si kecil ke dokter.

Silahkan konsultasi dengan dokter obat apakah yang tepat untuk mengatasi rasa sakit yang mengganggu.

Selain bengkak hebat, langkah ini juga perlu kamu ambil ketika anak mengalami demam tinggi, muncul nanah yang banyak, dan reaksi lain usai imunisasi.

Bolehkah Mengobati Benjolan Bekas Imunisasi dengan Air Hangat ?

Hal ini terkadang juga membingungkan. Sebetulnya dikompres dengan air dingin atau air hangat ?!

Mungkin Ibu menerima informasi yang simpang siur tentang kompresan untuk meredakan benjolan bekas imunisasi. 

Baik dari saudara, kerabat atau tetangga. Yang pada akhirnya membuat bingung.

Berdasarkan sumber. Pada tahap pasca imunisasi, untuk menghindari benjolan yang semakin membengkak, Ibu disarankan untuk mengompreskan air dingin di sekitar benjolan.

Akan tetapi, jika dalam kurun waktu 5 hari setelah imunisasi, benjolannya tidak kunjung membaik, maka Ibu boleh mengompreskan air hangat.

Hal ini dimaksudkan supaya proses pengempesan pada benjolan tersebut cepat kempes.

Ingat, jika kondisinya semakin buruk dan terlihat mengkhawatirkan maka jangan menunda untuk segera berkonsultasi dengan dokter atau bidan terkait.

Penyebab Munculnya Benjolan Bekas Imunisasi

Imunisasi lengkap dan sesuai jadwal sangat penting bagi anak dan memang tidak boleh dilewatkan.

Dilihat dari usianya, beberapa vaksin untuk anak yaitu BCG, hepatitis B, dan DPT atau polio.

Nah, karena vaksin polio diberikan melalui mulut, berikut ini akan kami ulas kemungkinan yang terjadi setelah anak mendapatkan suntik vaksin BCG, DPT, atau hepatitis B saja.

Dokter akan memberikan suntik vaksin BCG pada anak melalui lapisan kulit teratas dan reaksi akan terlihat setelah beberapa minggu kemudian.

Berikut ini adalah penjelasan munculnya benjolan pada bekas imunisasi hepatitis B atau DPT.

Dalam 48 jam pertama usai mendapatkan vaksin DPT, akan muncul reaksi ringan berupa nyeri, kemerahan, dan pembengkakan sekitar 1 cm pada area penyuntikan.

Berdasarkan sumber, kondisi ini dialami oleh 1-80 persen anak.

Reaksi terjadi karena tubuh membentuk immune complex, yaitu gabungan antara antigen yang berisi komponen difteri dan tetanus toksoid dengan zat anti yang dibuat oleh anak sebagai respon tubuh terhadap masuknya vaksin tersebut.

Sekali lagi, benjolan ini tidak berbahaya dan terbilang wajar.

Ibu bisa mencoba beberapa cara mengobati benjolan bekas imunisasi tersebut supaya anak merasa nyaman dan paling tidak bisa meredakan rasa sakit yang dia alami.