Kecantikan / Pola Hidup Sehat · 14/07/2021 0

Bolehkah Ibu Hamil Memotong Kuku ? Ini Faktanya !

Bolehkah ibu hamil memotong kuku ? menjadi pertanyaan yang banyak menghantui para ibu hamil. Terlebih jika sekarang merupakan kehamilan pertama, dan mencari tahu tentang hal ini terbilang wajar, dan bahkan penting untuk tetap menjaga keamanan ibu dan janin yang ada dalam kandungan.

bolehkah ibu hamil memotong kuku
Sumber: pixabay.com

Ibu hamil selama masa kehamilannya memang banyak terjadi perubahan. Tidak hanya badan atau perut yang berubah menjadi besar, tapi juga hormon yang banyak berubah. Dan salah satunya dapat menyebabkan kuku tumbuh lebih cepat dari biasanya.

Tak jarang hal ini menjadi kekhawatiran tersendiri, terutama untuk melakukan aktivitas tertentu yang berkaitan dengan fisik ibu hamil termasuk melakukan perawatan kuku.

Memotong kuku termasuk salah satu perawatan kuku yang biasa dilakukan, terutama oleh kaum wanita. Tapi saat hamil, hal semacam ini bisa menjadi kekhawatiran.

Terlebih dengan banyaknya mitos yang beredar seputar kehamilan.

Berawal dari cerita mulut ke mulut, yang pada akhirnya ada yang benar dan banyak juga yang keliru. Begitupun tentang merawat kuku saat hamil.

Hal tersebut sudah menjadi berita yang simpang siur, dan pada akhirnya menimbulkan kebingungan tentang merawat kuku saat hamil.

Oleh karena itu, pada tulisan ini akan coba kita bahas dan kaji lebih dalam, adakah dampak langsung pada ibu hamil yang merawat atau memotong kukunya.

Bolehkah Ibu Hamil Memotong Kuku ?

Memotong kuku merupakan rutinitas yang pada dasarnya tidak ada yang perlu kamu khawatirkan. Tapi karena terkait dengan kehamilan, maka aktivitas yang satu ini menjadi topik hangat yang dapat menimbulkan keraguan.

Sebagaimana kita ketahui, bahwa memotong kuku merupakan salah satu cara kita untuk menjaga kebersihan. Dan hal ini berlaku juga untuk ibu hamil.

Ibu hamil sangat dianjurkan untuk menjaga kebersihan, karena janin yang ada dalam kandungan perlu kamu jaga kesehatannya.

Memotong kuku tidak akan beresiko langsung terhadap kandungan. Cerita yang selama ini beredar bisa berupa mitos semata. Dan pada kenyataannya bukanlah kuku yang kamu potong yang berpotensi menimbulkan masalah.

Tapi karena alat pemotong kuku yang tidak bersih atau tidak steril yang dapat memicu berbagai macam infeksi yang pada akhirnya berpengaruh terhadap kesehatan kandungan.

Jika kamu bisa memastikan kebersihan alat pemotong kuku dan memotongnya dengan hati – hati, maka memotong kuku untuk ibu hamil tidak akan menjadi masalah.

Bolehkah Ibu Hamil Memotong Kuku Tangan ?

Ya, suka tidak suka tangan tetap menjadi anggota tubuh paling utama yang kamu gunakan untuk makan. Dan ketika kamu mengkonsumsi sesuatu tanpa perantara sendok atau alat lainnya, tentu jari tangan akan langsung bersentuhan dengan makanan.

Coba sejenak renungkan, ketika jari tangan memegang makanan dan kuku yang panjang ikut mencengkram makanan, maka tidak menutup kemungkinan kuman yang bersembunyi dalam kuku ikut menempel juga pada makanan yang hendak kamu makan.

Dari cerita sederhana ini seharusnya kamu dapat menjawab pertanyaan tersebut.

Kuku tangan boleh kamu potong saat hamil, hal ini bahkan dianjurkan untuk tetap menjaga kebersihan.

Hanya saja yang harus kamu perhatikan adalah alat pemotong kuku yang harus bersih dan tidak menimbulkan masalah pada kuku ataupun kulit. 

Bolehkah Ibu Hamil Memotong Kuku Kaki ?

Jika pertanyaannya boleh atau tidak, tentu saja boleh. Tapi justru yang harus jadi pertanyaan, bagaimana cara kamu melakukannya. Jika kondisi kehamilan kamu masih di trisemester pertama mungkin ini masih bisa kamu lakukan.

Tapi saat kandungan sudah mulai membesar kamu akan sulit untuk memotong kuku kaki.

Dan opsi terbaiknya adalah dengan meminta bantuan suami atau kerabat dekat untuk memotong kuku kaki kamu.

Ibu Hamil Tidak Boleh Melakukan Perawatan Kuku

Merawat kuku memang kegiatan menyenangkan bagi hampir semua wanita, tak terkecuali ibu hamil. Tapi perlu kamu ketahui, melakukan perawatn kuku baik di salon atau di rumah dengan menggunakan produk kecantikan kuku akan beresiko untuk ibu dan janin.

Bukan semata – mata karena kegiatannya, tapi justru karena aroma yang terdapat pada produk perawatan kuku yang menjadi tidak baik untuk kehamilan.

Misalnya saat kamu ingin memasang kuku palsu, atau ingin mewarnai kuku dengan cat kuku. Aroma yang keluar dari 2 produk kecantikan kuku tersebut dapat berpotensi mengancam kesehatan ibu hamil dan janin dalam kandungannya.

Selain itu, produk untuk menghapus cat kuku juga beraroma tidak baik untuk ibu hamil.

Jadi, oleh sebab itu, sebaiknya ibu hamil menahan hasratnya untuk mempercantik kuku selama masa kehamilan.

Ketahui Resiko Ibu Hamil Memotong Kuku

Sebenarnya resiko dari memotong kuku ini bisa terjadi pada siapa saja, baik pada ibu hamil ataupun tidak hamil. Salah satu faktor penyebab yang dapat menimbulkan resiko ini adalah alat pemotong kuku yang tidak bersih atau tidak steril.

memotong kuku
Sumber: pixabay.com

Ketika kamu memotong kuku dengan alat yang tidak bersih, maka akan ada kemungkinan resiko terkena infeksi kuku atau kulit. Dan mungkin hal inilah yang memicu banyak pertanyaan bolehkah ibu hamil memotong kuku.

Jenis infeksi yang mungkin muncul antara lain:

  • Infeksi virus
  • Infeksi bakteri
  • Dan infeksi jamur

Kondisi ini tentu saja tidak kamu harapkan, terlebih jika kamu dalam keadaan hamil. Terkena infeksi kulit atau kuku tentu akan menambah kekhawatiran dan membuat kamu lebih stres.

Oleh karena itu, pastikan alat yang kamu gunakan untuk memotong kuku sudah benar – benar bersih dan steril.

Beberapa Aktivitas yang Tidak Diperbolehkan untuk Ibu Hamil

Bukan hanya melakukan aktivitas perawatan kuku seperti memasang kuku palsu dan cat kuku. Beberapa aktivitas lain juga tidak disarankan untuk wanita selama masa kehamilan.

Pembatasan terhadap aktivitas ini semata – mata karena untuk keselamatan ibu dan janin yang ada dalam kandungannya.

Berikut ini beberapa aktivitas yang harus kamu hindari sebagai ibu hamil. Dan hal ini berdasarkan saran dari dokter dan bukan hanya sekedar cerita.

  • Berendam dengan Air Panas

Sering berendam menggunakan air panas atau terlalu lama berendam dalam air panas berpotensi menyebabkan keguguran. Kondisi ini bisa terjadi karena jika terlalu lama atau sering menggunakan air panas untuk berendam, tubuh akan menjadi lemas bahkan pusing.

Oleh karena itu ibu hamil sebisa mungkin harus menghindari kegiatan ini, paling tidak sampai bayinya lahir.

Walaupun dalam kondisi tidak mengandung, mandi air hangat sangat baik untuk membuat tubuh lebih santai.

  • Mengkonsumsi Makanan Pedas

Walaupun tidak akan berdampak secara langsung kepada janin dalam kandungan. Makanan dengan cita rasa pedas yang menggiurkan ini dapat menyebabkan ibu hamil mual dan muntah.

Selain itu mengkonsumsi makanan pedas dapat menyebabkan rasa perih di tenggorokan, perut dan juga dada.

  • Melakukan Kegiatan Fisik Terlalu Berat

Aktivitas fisik yang terlalu berat akan mengakibatkan lelah dan meningkatkan stres. Hal ini tentu tidak baik untuk ibu hamil dan janinnya. Kegiatan fisik yang berat termasuk mengerjakan pekerjaan rumah, berolahraga seperti lari dan angkat beban.

Sebisa mungkin ibu hamil harus bisa menahan diri untuk melakukan aktivitas tersebut.

Pertanyaan tentang olahraga untuk ibu hamil juga banyak menjadi perdebatan, sama halnya dengan bolehkah ibu hamil memotong kuku.

  • Minum Alkohol dan Merokok

Walaupun terbilang jumlahnya sedikit, wanita yang kecanduan rokok ataupun alkohol bisa sangat berat meninggalkan aktivitas tersebut. Bahkan selama masa kehamilan, tak jarang masih ada yang suka merokok atau meminum alkohol.

Jika kamu termasuk salah satu dari mereka, mulai sekarang cobalah untuk menghentikannya. Karena bayi yang kamu kandung bisa berpotensi cacat karena bawaan lahir. Selain itu, resiko lahir prematur juga semakin meningkat.

  • Membersihkan Kandang Kucing

Jika kamu sebagai ibu hamil termasuk salah satu pecinta kucing maka jangan teruskan kebiasaan kamu membersihkan kandangnya selama kehamilan.

Berdasarkan sumber, kotoran kucing mengandung mikroba yang dapat menyebabkan infeksi.

Infeksi toxoplasma pada ibu hamil bisa berakibat kematian janin dalam kandungan atau bahkan keguguran. Resiko lainnya janin bisa lahir dalam keadaan cacat.

Oleh karena itu, demi menjaga keselamatan ibu dan bayi dalam kandungan, alangkah baiknya kamu tinggal dulu kegiatan tersebut atau coba serahkan tugasnya pada suami atau anggota keluarga lain.

Kesimpulan

Semua kegiatan yang sifatnya dibatasi selama kehamilan, semata – mata bertujuan untuk melindungi ibu dan bayi yang ada dalam kandungan.

Perawatan kuku yang tidak dianjurkan adalah memasang kuku palsu dan mempercantik kuku dengan cat kuku. Sedangkan memotong kuku saat hamil boleh kamu lakukan, tentunya dengan tetap memperhatikan kebersihan alat pemotong kuku dan cara memotongnya.

Semua keraguan terkait dengan pertanyaan bolehkah ibu hamil memotong kuku, mudah – mudahan bisa terjawab lewat tulisan ini ya.