Obat Alami · 05/06/2021 0

9 Cara Mengobati Payudara Bengkak Akibat Berhenti Menyusui

Setiap ibu menyusui pasti harus menyapih setelah memberikan asupan ASI terhadap si kecil. Tak sedikit dari busui yang mencari cara mengobati payudara bengkak akibat berhenti menyusui.

Berhenti menyusui memang bisa saja disebabkan oleh berbagai macam hal.

cara mengobati payudara bengkak akibat berhenti menyusui
Sumber: pexels.com

Selain menyapihnya karena memang sudah waktunya, ada juga alasan yang secara tidak langsung memaksa seorang Ibu untuk berhenti menyusui.

Misalnya, dalam kondisi seorang Ibu terikat oleh kontrak kerja. Atau enggan menyusui anaknya dengan berbagai alasan.

Umunya terjadi saat melahirkan anak pertama. Dimana puting payudara sang Ibu suka lecet dan mengakibatkan seorang Ibu kesakitan dan memutuskan untuk berhenti menyusui.

Tapi apapun kondisi dan alasannya, saat memutuskan untuk berhenti memberikan ASI pada si kecil tentunya ada konsekuensi tersendiri.

Dan salah satu adalah payudara yang menjadi bengkak.

Payudara bengkak merupakan respon tubuh untuk membuat susu tidak berhenti sekejap.

Oleh karenanya payudara menjadi bengkak dan tidak sedikit yang merasa sangat kesakitan.

Pembengkakan pada payudara ketika berhenti menyusui memang tidak bisa dicegah.

Hal ini akan terjadi pada siapa saja yang tubuhnya masih aktif memproduksi ASI. Terutama di minggu pertama pasca melahirkan.

Namun, bila sudah saatnya melepas si kecil, berikut ini berbagai cara alami atasi payudara bengkak saat menyapih.

Cara Mengobati Payudara Bengkak Akibat Berhenti Menyusui Tanpa Obat Kimia

Berikut ini beberapa tips yang bisa Ibu lakukan untuk meringankan payudara yang bengkak saat berhenti menyusui.

Tapi perlu diingat, sebelum mencobanya, ada baiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau bidan terdekat.

Hal Ini penting untuk lebih memastikan, bagaimana caranya meredakan bengkak pada payudara saat berhenti menyusui.

1. Keluarkan ASI dengan Cara Dipompa

Cara mengobati payudara bengkak akibat berhenti menyusui paling sederhana dengan cara memompa payudara untuk mengeluarkan ASI. 

Tapi perlu Ibu ingat, jangan lakukan ini jika kamu masih dalam keadaan yang nyaman.

Hal Ini bisa dilakukan jika memang kamu sudah tidak bisa menahan sakit atau sudah nyaman dengan pembengkakan yang terjadi.

Silahkan pompa satu kali saja untuk memastikan payudara kamu benar-benar kosong. 

Selanjutnya, hanya pompa jika merasa perlu saja.

Karena cara ini bisa membuat tubuh memproduksi ASI lebih lama.

Dengan adanya kondisi ASI yang kosong, ini dapat memberikan pada tubuh untuk segera mengisinya kembali.

Terlepas dari jadwal pemberian ASI. Perlu kamu ketahui bahwa tubuh memproduksi air susu secara teratur.

Namun, cara ini bisa menjadi alternatif yang efektif untuk meredakan bengkak daripada kamu harus terus menderita dan malah mengabaikan si kecil.

2. Memijat Lembut Payudara

Selain memompa, kamu juga bisa memberikan pijatan payudara untuk mengeluarkan ASI. 

Cara ini efektif mengatasi payudara bengkak karena mengurangi nyeri yang dirasakan.

Biar lebih maksimal, silahkan pijat payudara dengan lembut, sambil mandi menggunakan air hangat.

Kamu bisa bertanya kepada ahli laktasi atau ginekolog terkait metode pijatan yang tepat untuk melakukan ini dengan hasil maksimal.

3. Mandi dengan Air Hangat

Cara sederhana lain untuk mengobati bengkak payudara akibat menyapih yaitu dengan mandi air hangat atau berendam air hangat.

Perlu kamu tahu, air hangat dapat membuat jaringan payudara kenyal, sehingga melancarkan aliran ASI yang terkumpul.

Itulah yang menyebabkan payudara membengkak dan menimbulkan rasa nyeri.

Bahkan, kamu juga bisa melakukan kompres panas payudara untuk meredakan rasa nyeri yang timbul.

Selain itu, mandi atau berendam air hangat dapat lebih merilekskan tubuh.

Sehingga kamu jadi lebih tenang dan merasa lebih nyaman.

4. Kompres dengan Air Dingin

Tidak hanya kompres panas, kompres dingin atau kompres es pun bisa meredakan ketidaknyamanan payudara karena pembengkakan.

Ada pendapat yang mengatakan bahwa kompres panas atau botol air panas tidak dianjurkan untuk atasi pembengkakan karena beresiko meningkatkan pembengkakan jaringan.

Padahal, penggunaan panas dan pijat sebelum sesi menyusui, justru meningkatkan aliran ASI itu sendiri.

Untuk caranya, kamu bisa tuangkan air dingin dalam baskom kecil. Lalu ambil kain kompresan bersih (lebih bagus handuk kecil).

Memasukkan kain dalam air lalu peras kainnya. Tempelkan di sekeliling payudara yang terasa bengkak dan sakit.

Ulangi sampai rasa sakit berangsur membaik dan kamu benar – benar merasa nyaman.

5. Pakai Bra yang Pas dan Nyaman

Tanpa kalian sadari, pilihan bra yang tepat sangat berpengaruh terhadap kenyamanan payudara.

Menurut Australian Breastfeeding Association, bra yang pas dan mendukung, bisa menjaga payudara tetap aman.

Selain itu, bra yang berkualitas akan mendukung dan melindungi payudara dari trauma tambahan.

Pastikan, bra yang kamu pakai tidak ketat, terbuat dari serat alami, dan tanpa kawat.

Perlu kamu tahu, dampak penggunaan bra yang terlalu ketat bagi busui, justru akan menambah rasa sakit.

Sementara, pemilihan bra dari bahan sintetis beresiko menahan panas, meningkatkan keringat, dan memerangkap kelembaban kulit payudara.

Satu lagi, penggunaan bra berkawat bisa memberikan tekanan yang terlalu besar pada payudara.

Pada akhirnya, resiko tersumbatnya saluran atau mastitis semakin besar.

Walaupun kamu lebih nyaman menggunakan penyangga underwire, sebaiknya cari desain bra yang dirancang khusus untuk ibu menyusui.

Kemungkinan besar, bra tersebut menggunakan kawat yang lebih fleksibel daripada biasanya.

6. Tidur dengan Posisi Terlentang

Setelah proses penyapihan, pasti kamu merasa tidak nyaman saat berbaring di tempat tidur karena payudara terasa sangat penuh.

Nah, untuk mengatasinya, cobalah berbaring dengan cara terlentang atau gunakan bantal tambahan pada salah satu sisi tubuh untuk menopang payudara.

Jika kamu suka berbaring telentang, selipkan bantal dibagian bawah pinggul dan perut untuk mengurangi tekanan payudara.

Jangan lupa, letakkan handuk lembut di payudara untuk menyerap susu yang bocor.

Tidur merupakan cara efektif tubuh untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Jadi, pastikan untuk tidur dengan nyenyak ya.

7. Kompres dengan Daun Kubis Dingin

Cara mengobati payudara bengkak akibat berhenti menyusui lainnya menggunakan daun kubis dingin.

Siapkan dua buah daun kubis yang sudah didinginkan, lalu potong rata bagian daun yang menonjolnya.

Setelah itu, selipkan daun kubis tersebut ke bra saat masih dingin sampai layu.

Jika daun kubis sudah layu, gantilah dengan bra yang baru.

Kubis sudah dikenal lama mampu mengurangi suplai ASI, meskipun belum banyak bukti yang mendukung pernyataan ini.

Akan tetapi, penelitian menunjukkan bahwa daun kubis bisa meredakan gejala pembengkakan.

8. Mengkonsumsi Teh Herbal

Womens Health dari Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS merekomendasikan cara mengobati payudara bengkak akibat berhenti menyusui dengan konsumsi teh herbal seperti daun peppermint, peterseli, melati, atau sage.

Bahan alami tersebut mampu membantu mengurangi suplai Asi kamu biar lebih cepat.

Sebagai busui, menyusui bukanlah sekedar memberikan makanan pada si bayi.

Setelah penyapihan dimulai, mungkin saja si kecil merindukan kedekatan dengan si ibu.

Oleh karena itu, luangkan sedikit waktu untuk berpelukan dengan si kecil setelah berhenti menyusui.

Penyapihan merupakan tantangan tersendiri bagi ibu dan si bayi. Oleh karena itu, cobalah untuk bersabar ketika menyapih.

9. Kurangi Jadwal Menyusui Secara Perlahan

Jika masih memungkinkan untuk memberikan ASI, cobalah dengan cara mengurangi sesi menyusui.

Karena selain tidak terlalu membuat kaget si kecil. Mengurangi jadwal menyusui secara perlahan dan bertahap akan memberikan sinyal pada tubuh untuk berhenti memproduksi ASI.

Sehingga tubuh dapat mengerti dan menyesuaikan diri terhadap kebutuhan ASI yang semakin berkurang.

Dan pada akhirnya ini akan mengurangi pembengkakan pada payudara.

Berhenti menyusui secara total dalam waktu yang singkat memang bisa menjadi bumerang.

Hal Ini akan berdampak kurang baik bagi anak ataupun kamu sebagai Ibu yang menyusui.

Pastikan untuk menerapkan cara alami diatas sebelum beralih ke obat-obatan kimia maupun pil KB.

Hal terpenting adalah dengan mengkonsultasikannya dengan dokter atau bidan terlebih dahulu.

Fase berhenti menyusui adalah salah satu fase yang memang penuh dengan ujian kesabaran.

Akan banyak dilema terjadi, karena fase melibatkan ibu dan anak yang keduanya sama – sama akan terkena dampaknya.

Selain ASI, dekapan hangat saat ibu menyusui juga akan menjadi kebutuhan tersendiri bagi anak yang tidak bisa dilepaskan sekaligus secara total.

Semuanya harus dilakukan dengan perlahan, bertahap dan penuh kesabaran.

Ingat, ini adalah kodrat seorang ibu. Jalani semuanya dengan ikhlas dan penuh rasa syukur.

Karena tidak semua wanita bisa menjadi ibu. Dan tidak semua ibu bisa menyusui anaknya.